Sekilas Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

PT Bank Central Asia Tbk, (Bank BCA atau BBCA) adalah bank swasta terbesar di Indonesia jika diukur dari asetnya. BBCA adalah bank ketiga terbesar berdasarkan aset setelah Bank Mandiri dan Bank BRI.

Didirikan sejak tahun 1955 dengan nama awal NV Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory. BCA mulai beroperasi pada 21 Februari 1957 di Jakarta dan efektif sejak 2 September 1975 namanya diubah menjadi PT Bank Central Asia (BCA). Bank BCA melantai di bursa (IPO) pada tahun 2000.

Model Bisnis

Bank BCA adalah bank umum yang menyelenggarakan pengumpulan dana dan menyalurkan pinjaman melalui berbagai produk tabungan, giro, deposito, kredit pemilikan rumah, kredit mobil, kartu kredit, mobile banking, dan lain-lainnya.

Berikut adalah data-data hingga akhir tahun 2023. BCA mempunyai 1.258 kantor cabang dengan total 23.952 orang kayawan. BCA mengelola 19.055 ATM yang sebagian besar merupakan ATM setor-tarik (CRM) dan ATM multifungsi. Bank BCA mengelola lebih dari 29 juta rekening dengan jumlah transaksi digital dan elektronik mencapai 99,4% dari seluruh transaksi. BCA mengelola transaksi berbasis internet sebanyak 14,4 miliar kali dengan total nilai Rp19.167 triliun.

Performa 10 Tahun

Dari 2014-2023 atau 10 tahun:

  • Aset: Rp1.444 T
  • Ekuitas: Rp227 T
  • Pendapatan: naik 100,5% dari Rp51,89 T ke Rp104,05 T
  • Laba: naik 194,7% dari Rp16,51 T ke Rp48,65 T

Kinerja Saham BBCA

BBCA: Rp9.450 (5/6/2024)

Dari 2014-sekarang atau 10 tahunan:

  • Selama 10 tahun, dari awal 2014, saham BBCA naik 402,7% dari Rp1.880 ke Rp9.450
  • Dividen total: Rp1.072,6 (per saham)

Sejak IPO:

  • ✅ Naik 52x dalam 25 tahun
  • ✅ Melewati 2 (dua) krisis parah
  • ✅ 100 juta jadi 5,2 miliar

BBCA punya bobot 15% di indeks LQ45 berdasarkan Pengumuman BEI No. Peng-00078/BEI.POP/04-2024 tanggal 24 April 2024.


Disclaimer: bukan ajakan berinvestasi beli/jual/hold saham.


Ikuti analisis saham BBCA lebih mendalam di Riset Bolasalju.


Diterbitkan: 6 Jun 2024Diperbarui: 6 Jun 2024