Resensi Buku: The Interpretation of Financial Statements

Posted on

The Interpretation of Financial Statements

Judul: The Interpretation of Financial Statements
Penulis: Benjamin Graham, Spencer B. Meredith
Penerbit: HarperBusiness; (January 15, 1998) — terbitan ulang dari edisi 1937
Tebal: 144 halaman

Buku tersedia di BookDepository seharga sekitar Rp325.000 (bebas ongkos kirim ke Indonesia) atau di Amazon.

Ada suatu masa ketika seorang programmer baru tertarik ke dunia investasi, dan ia terpaksa harus mempelajari laporan keuangan. Setelah tidak sukses dengan beberapa buku lainnya, dia memesan buku Graham ini. Ibarat keluar dari gelapnya gua dan melihat hari siang yang terang benderang, dia memahami dengan lancar. Bahkan orang ini berani menuliskan panduan laporan keuangan di situsnya, Bolasalju, beberapa bulan kemudian.

Sebelum belajar dari buku ini, saya beli dua buku laporan keuangan. Buku pertama ditulis untuk mempelajari dan membuat laporan keuangan untuk usaha rumahan. Bukunya jauh lebih tipis. Janjinya sangat mengesankan. Apalagi sampulnya adalah foto penulis, seorang ibu berkulit halus sekali. Bukunya jadi terlihat imut dan lucu. Entah karena foto sampul atau karena kemalasannya belajar, saya belum paham juga. Di buku kedua, saya makin bingung karena terjemahannya makin membuat masalah jadi rumit dan topik serta ilustrasinya kurang menarik.

Entah karena harga buku yang cukup mahal, ataukah karena nama Graham, atau karena faktor lain, mempelajari laporan keuangan dari buku ini terlihat cukup mudah. Tapi saya bisa bilang, belajar laporan keuangan dari buku terlihat masuk akal.

Berikut kutipan dari pengantar, “Buku ini didesain untuk membuat Anda bisa membaca laporan keuangan secara cerdas. Laporan keuangan dibuat untuk memberi gambar akurat dari kondisi perusahaan dan hasil operasinya, dalam format ringkas…. Ketika Anda tahu apa arti gambar-gambar (keuangan) itu, Anda punya dasar yang berbunyi untuk membuat keputusan bisnis.” Graham menambahkan lagi, “Jika Anda punya informasi yang akurat akan posisi keuangan perusahaan saat ini dan rekaman pendapatan masa lalunya, Anda akan terbekali lebih baik untuk mengukur kemungkinan masa depannya.”

***

Buku ini dibagi dalam tiga bagian, bagian pertama adalah isi utama buku. Bagian kedua merupakan panduan singkat menganalisa laporan neraca dan laba rugi dari metode rasio. Bagian ketiga hanyalah daftar istilah dan frase keuangan yang dipakai.

Saya akan menceritakan (secara sekilas) beberapa bab dari bagian pertama buku. Untuk mempelajari bagian umum laporan keuangan, Graham membagi jadi 34 bab, dengan tiap bab merangkum sebuah topik, misalnya: a) laporan neraca secara umum; b) debit dan kredit; c) aset lancar; d) nilai buku atau ekuitas; dan contoh lain, e) menghitung nilai buku. Laporan keuangan dari konsep paling dasar hingga paling (lumayan canggih), semua dipandu oleh Graham. Setiap bab terdiri dari dua hingga beberapa halaman untuk menjelaskan topik itu.

Dari buku ini saya belajar konsep neraca, arti perumpamaan timbangan kanan-kiri untuk neraca, kenapa neraca harus setimbang, bagaimana sistem pencatatan ganda (double entry), dan paling penting istilah debit dan kredit. Metode penjelasan Graham antik sekali, dengan sebuah contoh yang ringkas dan sederhana. Saya pernah meniru metode ini di panduan laporan keuangan Bolasalju tapi tampaknya belum bisa mengalahkan keringkasan cara Graham.

Misalnya saja ihwal kredit dan debit. Jika di posisi aset (aktiva), sebuah catatan yang menambah aset disebut kredit, sebaliknya catatan yang mengurangi aset disebut kredit, atau biaya. Di posisi liabilitas (passiva), berbeda konsep, sebuah catatan yang menambah liabilitas maka disebut kredit, dan yang mengurangi disebut debit. Dari penjelasan ini dan contoh ilustrasi yang diberi Graham, konsep yang terkesan rumit ini jadi sangat mudah dipahami. Entah Anda paham atau tidak saya mohon maaf jika belum bisa menjelaskan lebih baik.

Begitu pula tentang konsep pencatatan ganda yang (pada awalnya terlihat) misterius. Konsep ini sederhana, setiap catatan debit selalu ditemani catatan kredit di posisi lain yang berelasi. Gampang kan? Contohnya begini: anggaplah sebuah neraca masih kosong, lalu modal kas ditempatkan sebesar 1.000, maka pencatatan terjadi dua kali: a) di posisi aset harus dicatat kas, sebesar 1.000; dan b) di posisi modal, sebesar 1.000. Dengan dua catatan ini neraca seimbang (balance).

Tak terlupa, Graham mengajari beberapa metode lanjutan, panduan interpretasi tingkat tinggi untuk mengevaluasi nilai laporan keuangan. Ia memberi contoh kasus di beberapa sektor perusahaan, bahwa seyogyanya asumsi di masing-masing sektor harus berbeda. Misalnya saja memandang perputaran persediaan, perusahaan manufaktur dan utilitas tentu saja harus dipandang berbeda tingkatnya. Begitu pula metode interpretasi dia tentang nilai buku, tidak dari pos nilai ekuitas saja, namun total dari: saldo laba + modal – non-tangible asset. Dan banyak lagi ajaran tingkat lanjut yang merupakan wawasan penting untuk menilai keuangan perusahaan.

Buku ini pertama terbit tahun 1937. Memang benar beberapa contohnya terkesan jadul, jaman dulu. Namun secara umum teori laporan keuangan tidak banyak berubah. Untuk perusahaan modern, tentu saja asumsi, kriteria, dan parameter kalkulasi harus disesuaikan dengan jamannya, agar kita bisa memperoleh keputusan pandangan yang akurat.

Secara umum buku ini masih merupakan sumber panduan yang komprehensif untuk mempelajari laporan keuangan. Dan terakhir, judul buku ini saya rasa tepat menggambarkan kondisi nyata bahwa memandang laporan keuangan adalah interpretasi. Biarpun ada dasar dan acuan, tapi cara satu orang dengan orang lain memandang akan keamanan bisnis, kekuatan keuangan, dan kecakapan laba akan berbeda-beda.