Resensi Buku: One Up on Wall Street

Posted on 1 Komentar

Judul Buku: One Up on Wall Street
Penulis: Peter Lynch (dengan John Rothchild)
Penerbit: Simon and Schuster Paperback (cetakan tahun 2000)
Tebal: 304 halaman (termasuk indeks)

Buku tersedia di BookDepository (bebas ongkos kirim ke Indonesia). Kami mendapat komisi kecil jika Anda membeli dari mereka.

One Up on Wall Street adalah buku investasi terpenting kedua, setelah The Intelligent Investor, yang selalu menjadi tempat saya untuk mencari inspirasi ketika dalam kebuntuan dalam langkah investasi. Buku ini ditulis oleh Peter Lynch, seorang manajer investasi yang pernah mengelola Magellan Fund di Fidelity. Dalam karirnya, Magellan Fund menjadi reksadana dengan aset kelolaan 14 miliar dolar AS, terbesar di Amerika Serikat saat itu. Tak hanya itu, Lynch juga menjadi legenda manajer investasi reksadana tersukses dengan pengembalian rata-rata 29,2% selama 12 tahun. Dalam buku ini Lynch berbagi dan mengajak orang biasa seperti saya dan Anda tentang cara bagaimana agar sukses berinvestasi di saham.

Buku ini dibagi dalam tiga bagian besar yang menjadi pondasi dasar bagaimana agar kita sukses berinvestasi saham.

Bagian pertama, Preparing to Invest, mengajak kita untuk menguji kembali pandangan kita akan berinvestasi saham. Di bagian inilah Lynch menguji keyakinan kita yang selama ini ragu akan investasi saham, ia juga ingin agar kita menguji mental dan emosi kita agar siap menuju belantara liar dunia pasar saham. Lynch percaya tiap orang biasa yang siap mental dan mau berubah bisa sukses dalam berinvestasi di saham. Ia menceritakan pengalamannya saat itu, bahwa hampir setiap orang dari keluarga dan teman-temannya melarangnya untuk berinvestasi saham karena mereka pernah mengalami kerugian besar. Tapi ketika ia menjadi caddy para petinggi Fidelity, mereka punya cerita lain yaitu cerita sukses dan untung dalam investasi saham. Dari sinilah Lynch mengajak pembaca awam bahwa jalan untuk sukses itu berinvestasi saham itu terbuka lebar, bahkan bisa mengalahkan profesional investasi di Wall Street.

Bagian kedua, Picking Winners, adalah inti dari berbagai strategi investasi yang pernah Lynch lakukan dalam mengelola Magellan. Di bagian inilah ia bercerita tentang mengenali perusahaan yang sahamnya yang tumbuh sepuluh kali liat, dalam istilah Lynch tenbagger. Untuk mencapai keuntungan berlipat itu tidak mudah tentu saja. Ada kriteria-kriteria, ada proses, ada pengenalan, ada evaluasi yang diceritakannya di bagian ini. Ia juga mengulas beberapa saham yang dihindarinya, dari sini kita bisa belajar banyak menghindarinya. Ia juga mengajak pembaca lebih fokus kepada cerita, tentang bagaimana perusahaan itu bagus, benarkah bagus? Seberapa bagus mereka? Apakah cerita mereka masuk akal? Dan seterusnya. Hal menarik dari bagian ini, yaitu di bab 8, adalah kategroisasi perusahaan yang dibuat Lynch: slow growers, stalwarts, fast growers, cyclicals, turnarounds, dan asset plays. Dengan mengenal keenam kategorisasi perusahaan ini kita bisa meneruskan cerita apakah kita akan berinvestasi dalam saham perusahan tersebut atau menghindari, juga seberapa besar portfolio kita dalam masing-masing kategorisasi perusahaan tersebut, kecuali slow growers yang dihindarinya. Dari inspirasi Lynch inilah kenapa saya mulai lebih memfokuskan pada rencana portfolio saham di tahun ini, karena kenyataannya hal ini penting. Untuk perusahaan mapan (stalwarts), harapan kenaikan 5 kali hingga 10 kali lipat mungkin sudah tak ada, maka fokus di kategori ini cukup 30%-40% dari dana kita. Untuk kategorisasi lain, kita bisa memanfaatkan sisanya agar keuntungan lebih maksimal.

Dibagian terakhir, The Long Term View, Lynch mengulas beberapa hal dan tips agar portfolio investasi saham kita lebih sukses. Selain mendesain portfolio, berapa saham yang kita miliki, seberapa besar, arti diversifikasi, juga bagaimana menyemai portfolio itu. Dalam bab lain ia juga membagi tips saat yang tepat untuk membeli dan menjual saham. Sebagai investor jangka panjang pun ada saat untuk menjual saham, terutama bila kinerja perusahaan sudah tidak sesuai harapan ketika kita memutuskan masuk pada perusahaan itu. Di bagian lain ia berbagi tentang hal-hal konyol yang dilakukan oleh investor, yang uniknya saya sendiri sering menjumpai dan memikirkan hal itu. Di bagian akhir ini memang mirip petuah singkat agar sukses mempertahankan strategi-strategi yang diungkapkan di bagian awal.

Saya mendapatkan banyak sekali ide dan inspirasi dalam berinvestasi dari buku ini. Bahkan saya perlu membaca ulang buku ini hingga tiga kali dan masih ada saja ide baru yang bisa saya dapatkan. Tapi perlu Anda ketahui, jangan berharap Anda menemukan rumus-rumus, formula, atau jurus singkat di buku ini. Nikmatilah cerita, guyonan, parodi, ilustrasi dan pengalaman Lynch dan dapatkan ribuan kebijaksanaan dari hasil pengalamnnya mengelola dana milyaran dolar reksadana dengan hasil fenomena itu. Dalam berbagai buku yang menyajikan rumus dan formula, saya memang mendapatkan hasil singkat dan cepat untuk langkah saya, tapi saya tidak pernah kembali ke buku tersebut untuk mencari inspirasi. Melalui bukunya yang juga buku investasi terlaris ini, ada banyak ide dan inspirasi yang saya yakin akan membuat investasi Anda berkembang pesat, bila Anda menerapkannya dengan tepat.

Selamat berinvestasi!

Beli Buku

Buku tersedia di BookDepository (bebas ongkos kirim ke Indonesia). Kami mendapat komisi kecil jika Anda membeli dari mereka.

1 komentar di “Resensi Buku: One Up on Wall Street

  1. Thankyou Mr Bolasalju buat sharingnya

Komentar ditutup.