Korespondensi: Bagaimana Menghadapi Kejatuhan Bursa?

Posted on

Ada pertanyaan dari pembaca Sdr. Bambang S. berikut ini:

Sekarang ini arah perekonomian dunia sedang tidak menentu terutama krisis Eropa suka tidak suka bursa indonesia akan kena dampaknya kira kira apa yang dapat kita lakukan keluar dari pasar dulu atau portofolio yang masih ada dilepas?

Berikut jawaban saya:

Seperti pernah saya tulis di blog sepotong dua potong dalam beberapa tulisan, intinya begini:

 

YANG PASTI

 

Kita hanya membeli saham perusahaan pada harga yang kita yakini murah. Yaitu perusahahaan-perusahaan dengan fundamental bagus, growth di atas 20%, harga saham masih di bawah harga wajar dengan rasio margin of safety 30% atau lebih.

 

YANG TIDAK PASTI

 

Ketika krisis seperti sekarang ini, tidak ada yang tahu kapan pasar akan berbalik arah. Juga tidak ada yang tahu apakah masih akan terjun bebas. Yang terjadi biasanya adalah, kita takut masuk, takut terjebak. Kita juga takut keluar, takut realisasi rugi. Semua tidak pasti.

Hematnya, kalau mengikuti saran dari para guru investasi seperti Fisher, Lynch, Buffett, dan Graham: kita abaikan saja yang tidak pasti.

 

STRATEGI

 

Bila ada dana, manfaatkan average down saham-saham dengan performa paling bagus. Tidak harus blue chip, tergantung strategi kita. Seperti contoh UNVR saja, saat ini P/E masih 30-an. Menunggu harganya mampir ke P/E 12-16 tentu masih lama banget, mungkin juga tidak terjadi. Lynch juga bilang, saham yang punya potensi keuntungan terbesar adalah yang tumbuh (fast growers), bukan stalwarts (mature, stagnan, growth 10-12%). Saya tidak bilang UNVR tidak bagus, bahkan growthnya juga tinggi, kita perlu punya sekitar 30% saham kita di saham-saham mature seperti ini, mereka biasanya anti-krisis. Kalau krisis turun tidak sampai P/E 7 misalnya. Ketika pasar rebound, mereka balik paling cepat.

 

SAYA PRIBADI

 

Saya tidak keluar dari saham-saham yg sudah saya beli di harga yang saya percayai murah. Saya takut tidak bisa masuk lagi seandainya saya menjual sekarang. Seperti kita tahu, pasar rebound sangat cepat pergerakannya. Bila ada cash dan waktu dirasa tepat, justru saham-saham itu akan saya tambah.

Kerugian sementara itu biasa aja. Unrealized loss. Kalau tidak kita realisasikan lalu kita tunggu pasar berbalik arah, rugi itu tidak pernah ada.

Salam.

Catatan: tulisan telah disunting demi kapatutan dan kepantasan. Redaksi dan inti pesan masih sama.