Investor Perdana

Posted on

8 November 2010 lalu adalah hari pertama saya menjadi seorang investor. Ya, seorang investor saham. Hal ini ditandai dengan aktifnya akun saya di BNI Securities, jumlah dana tidak terlalu banyak, hanya Rp 10.000.000,- (ini pun syarat dana minimal).

Menjadi investor selalu jadi impian saya sejak lama, mungkin bahkan sebelum saya mengenal seorang Warren Buffett, apalagi seorang Benjamin Graham. Investor adalah seperti pekerjaan keren, bermain-main dengan angka, lalu menemukan keuntungan berpuluh atau ratusan kali dari nilai awal, kaya, jalan-jalan, dan foya-foya.

Itulah bayangan saya saat itu.

Pada tiga tahun lalu, saya mengenal seorang bernama Benjamin Graham melalui bukunya The Intelligent Investor. Saya baca separuh buku itu. Lalu tergeletak entah di mana. Lalu saya memulai investasi pertama di reksadana. Lalu pasar modal jeblok. Reksadana hancur. Dan saya baca kembali buku itu hingga tamat. Lalu saya perbaiki portfolio reksadana saya. Saat itu hasil reksadana saya jeblok, sangat turun nilainya, seperti juga kebanyakan investasi dunia pada masa itu. Meski jeblok, saya tambah saja sedikit demi sedikit, seperti yang saya percayai dari visi Ben Graham. Dan akhirnya pada awal 2010, saya keluar dari reksadana dengan membukukan keuntungan 50% lebih. Lumayan untuk seorang pemula. (Meski saya yakin banyak orang di luar sana bisa untung jauh lebih banyak dari saya).

Kenapa saya keluar dari reksadana? Ya, alasannya adalah saya siap untuk masuk ke pasar modal yang sesungguhnya, yaitu saham. Kenapa saham? Kenapa tidak bentuk yang lain, seperti tanah, emas, usaha? Kenapa jadi investor? Dalam blog inilah saya akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Saya percaya investasi adalah kegiatan yang bukan main-main. Itu adalah kegiatan serius. Kegiatan berpikir. Kegiatan merencanakan masa depan. Kegiatan hormat dan patuh pada aturan. Kegiatan yang penuh disiplin. Kegiatan yang penuh kesabaran. Dan juga kegiatan untuk menjadi orang yang lebih baik.

Investasi, lebih-lebih pada saham, adalah bukan permainan. Dan saya yakin itu bukan judi. Dari dua guru saya itu saya belajar bahwa investasi adalah kegiatan mulia dan tidak semua orang bisa menjalaninya.

Lalu kenapa saya ngeblog tentang investasi? Kenapa pula buka-bukaan tentang rencana, angka, dan kegiatan investasi saya. Jawabannya tidak lain tidak bukan adalah saya ingin kegiatan ini terekam. Saya ingin kegiatan investasi saya tercatat. Saya ingin agar semua rekaman ini bisa saya baca 5, 10, 20, dan mungkin hingga 30 tahun lagi. Dengan melihat catatan lama, saya berharap bisa menengok, berharap bisa mempelajari kesalahan, atau mengulang kesuksesannya. Tentu saja saya berharap catatan dan apa yang saya bagikan di sini berguna bagi semua orang.

Sebagai sanggahan, saya punya latar belakang bukan dari dunia keuangan. Saya seorang programmer, desainer, dan juga memulai usaha dengan seorang teman. Tapi kegiatan investasi adalah impian dan juga cita-cita saya. Selain tentu saja investasi adalah jalan utama yang saya percaya untuk mencapai kecukupan finansial demi mencapai cita-cita saya dan keluarga.