Strategi Investasi Jangka Panjang

Strategi investasi jangka panjang adalah upaya mengelola investasi dengan perspektif untuk memiliki sahamnya dalam waktu lama dibanding strategi jangka pendek yang bersifat harian, mingguan, atau bulanan.

Strategi mengabaikan fluktuasi harga jangka pendek dan berusaha memanen potensinya dalam jangka panjang dari capital gain dan dividen.

IHSG 20 Tahun Terakhir

IHSG 20 Tahun Terakhir

Dalam jangka panjang hingga 20 tahunan, IHSG yang bisa dianggap mewakili seluruh komponen saham yang diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia bisa memperoleh perolehan seperti itu.

Padahal dalam IHSG tidak semuanya saham bagus. Ada saham buruk. Ada yang sudah terlikuidasi. Bahkan ada yang punya kasus.

Sayangnya hingga saat ini belum ada sarana investasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengakses IHSG secara langsung. Meski demikian, jika ada seseorang yang bisa memanfaatkannya, hal itu menunjukkan hasil yang lebih dari lumayan.

Tapi memahami perspektif ini sangat penting. Karena, jika kita sudah paham, kita bisa geser perspektif memiliki IHSG ke kelompok saham lainnya seperti LQ45, IDX30, atau bahkan kelompok saham pilihan kita sendiri.

Setelah itu barulah kita fokus dalam jangka panjang.

Ilustrasi Eksekusi Strategi

Ilustrasi Eksekusi Strategi

Strateginya adalah memiliki “sekeranjang” saham dengan perspektif ini.

Dalam jangka waktu tahunan saat memiliki sekeranjang investasi tersebut, investor bisa melakukan pembelian, penjualan, pengurangan, atau penambahan saham sesuai dengan harapan yang ingin dicapainya.

Seperti digambarkan dalam ilustrasi di atas. Saat kinerja perusahaan makin bagus dan harga sahamnya terlihat masih masuk akal atau murah, investor masih bisa menambah kelolaan saham tersebut. Bisa diperhatikan, yang makin bagus ini adalah kinerja laba atau arus kasnya, bukan kinerja sahamnya. Harga saham harus selalu direlasikan dengan kinerja sehingga investor memahami ada nilai dan harga di sana.

Saat harganya masih layak dibanding nilainya, meski secara nominal sudah naik, investor bisa menambah.

Begitu pula saat harga saham melonjak tinggi, investor bisa mengurangi porsi kepemilikan sahamnya secara bertahap. Atau bahkan menjualnya. Kemudian bisa menambah lagi di masa depan.

Ilustrasi Komposisi Portofolio

Agar lebih jelas, silakan pelajari ilustrasi komposisi portofolio investasi yang kami buat berikut ini.

Ilustrasi Komposisi Portofolio

Dalam sebuah contoh 10 saham, komposisi yang dikelola investor bisa bergerak statis selama 5 tahun. Atau bisa bertambah, berkurang, hilang, atau muncul lagi.

Contoh Portofolio Bolasalju

Agar relevan pembahasannya, berikut kami sajikan contoh Portofolio Bolasalju persis pada saat artikel ini dibuat.

Contoh Portofolio Bolasalju

Komposisi portofolio investasi akan mempengaruhi hasil. Semakin besar bobot, pengaruhnya makin tinggi. Ini juga mengundang risiko temporer, semakin besar bobot komposisi, jika kinerjanya minus, maka ia akan menekan kinerja portofolio investasi. Di sisi lain, semakin besar bobot komposisi, hasilnya juga akan semakin besar.

Semakin luas ruang lingkup diversifikasi akan menarik kinerja portofolio mendekati indeks. Meski tidak ada yang salah tapi hal itu mungkin layak dilakukan bagi mereka yang belum bisa membuat keputusan mantap. Maka seyogyanya komposisi portofolio investasi dibatasi hingga 10-15 saham saja. Semakin banyak akan semakin merepotkan.

Fokus Strategi Investasi Jangka Panjang

  • Margin of Safety
  • Fluktuasi adalah Sahabat
  • Kualitas Usaha dan Manajemen Berintegritas
  • Laba dari Modal, Return on Equity, atau Return on Invested Capital
  • “Tidur”

Manfaatkan Compounding

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam strategi investasi jangka panjang adalah kita harus paham bahwa konsep strategi ini adalah memanfaatkan compounding. Semakin lama, compounding dana akan semakin besar. Semakin besar dana awal, compounding juga akan semakin cepat. Yang sering dilupakan banyak orang, compounding bisa terjadi di dua sisi, yaitu: di sisi investor dan perusahaan. Pelajari video di atas untuk memahaminya.


Demikian edukasi kali ini. Semoga bermanfaat.


Published: 25 May 2022Last updated: 26 May 2022