Berhenti Sebentar

Warren Buffett dan Charlie Munger seringkali mengemukakan agar investor suka mengaplikasikan “do nothing”. Perilaku ini penting bagi kesuksesan investasi.

Kali ini kami tidak ingin fokus kepada kegiatan tidak melakukan apa-apa.

Mari bertanya, kenapa kita harus sekali-kali tidak melakukan apa-apa? Kenapa jeda, berhenti beraktivitas sebentar, itu sangat penting?

Yuk jalan-jalan sebentar. Pagi hari Anda berada di Jakarta. Siang atau sore harinya Anda sudah berada di sebuah kota kecil yang sejuk dan dingin. Apa yang Anda rasakan?

Jika sempat mengapresiasi suasana sekitar, Anda bisa merasakan rasa yang berjarak.

Pagi hari suhu Jakarta sudah hangat. Biasanya Anda berkeringat. Suasana Jakarta yang ramai, riuh, penuh aktivitas setiap hari seakan-akan menciptakan suasana kejar-kejaran tanpa henti.

Di kota kecil yang dingin itu, suhu pagi hari 21℃. Jika keluar jalanan, suasana, ritme manusia, wajah-wajah, semua menunjukkan suasana yang berbeda. Jiwa kota, jiwa daerah, keduanya berbeda.

Semua itu akan mendatangkan persepsi dan cara pandang yang berbeda.

Tidak Semua Bisa

Sayangnya tidak semua orang berkenan, punya kesempatan, atau memang tidak mau berhenti sejenak untuk merasakan perbedaan rasa itu.

Begitu pula dalam setiap keadaan investasi atau keuangan. Tawaran, promosi, kesempatan, peluang—semua datang bertubi-tubi. Mungkin Anda takut tertinggal kalau tidak mengambil keputusan secara cepat.

Tapi mayoritas keputusan keuangan tidak harus diambil secara cepat. Akhirnya keputusan diambil berdasarkan pertimbangan sistem keputusan yang cepat. Daniel Kahneman menyebutnya Sistem 1, padahal seharunya Sistem 2 (lambat) yang punya peran.

Meniru Penulis

Ini mirip kerangka kerja para penulis. Ada anjuran penting jangan mengedit tulisan saat pertama kali ditulis. Setelah jeda beberapa hari, seminggu, atau sebulan. Penulis bisa melihat tulisannya secara berbeda.

Dalam dunia keuangan dan investasi, pasca jeda sejenak, pandangan dan rasionalisasi Anda akan sangat berbeda.

Pertimbangkan semua hal secara rasional. Barulah buat keputusan.

Begitu pula dalam alur investasi profesional yang serius. Para investor bisa tidak melakukan apa-apa sebulan, satu kuartal, bahkan setahun.

Do Nothing

Keputusan Berkshire berinvestasi di BYD sejak 2008 adalah contoh “do nothing” yang nyata. Setelah 12 tahun barulah BYD menghasilkan keuntungan besar, bahkan hingga naik 30x per akhir 2021 lalu.

Keputusan bisa diambil pelan, hati-hati, dan penuh pertimbangan. Keputusan yang sudah ada bisa dibiarkan. Berhenti. Jeda.

Jika diperlukan keputusan baru, undang Sistem 2 yang lambat dan analitis, setelah jeda, untuk membuat alur pemikiran yang runtut dan jernih.

Jarak Dalam Apa Pun

Sayangnya tidak semua orang tahu arti penting jeda. Apalagi dalam dunia terkoneksi sekarang. Apresiasi setiap jeda yang ada. Ini barang mewah.

Filosofi jarak ini bisa diperluas dalam kerangka lebih banyak lagi. Jika mau, Anda akan mendapat banyak hal dari sesuatu yang remeh.

Banyak orang terjebak dalam kerangka berpikir lamanya dan tidak bisa move on dari sana. Banyak yang tidak bisa bisa memberi ruang untuk menyerap hal baru.

Umpama ada permata di tengah jalan pun, mereka tidak tahu apakah itu berharga. (Jika kita sepakat permata adalah benda berharga. 😊)

Eksplorasi Lebih Lambat di YouTube


Published: 17 Feb 2022Last updated: 14 May 2022