Ada Risiko Investasi dan Strateginya

Dalam artikel “Ada Risiko Investasi”, kami menyebut: “Risiko konsentrasi adalah risiko yang dihadapi investor ketika mengambil langkah diversifikasi atau terkonsentrasi terhadap aset keuangannya. Kedua pilihan tersebut akan mempengaruhi fluktuasi kinerjanya apakah seperti gelombang kecil atau gelombang besar. "

Meski punya risiko yang khas, kami percaya kedua strategi konsentrasi yang berbeda itu juga punya keunggulan. Keduanya punya titik ideal dalam manajemen portofolio.

Strategi Diversifikasi

Ini adalah strategi umum yang wajib dilakukan oleh siapa saja, baik investor kecil atau besar. Strategi ini bermanfaat untuk mengurangi lompatan fluktuasi kinerja yang mengejutkan.

Strategi ini menyebar aset investasi dalam beberapa saham yang berbeda. Strategi ini bisa meminimalisir risiko dan juga bisa memberi efek rata-rata sehingga saham yang kinerjanya bagus akan “menetralkan” saham yang kinerjanya sedang buruk.

Strategi Terkonsentrasi

Ini adalah strategi konsentrasi portofolio dengan menitikberatkan posisi investasi dalam beberapa saham saja, misalnya hanya 5-10 saham. Bahkan ada beberapa saham yang punya konsentrasi tinggi, misalnya 20%-50% dari seluruh portofolio.

Strategi ini seyogyanya hanya dilakukan oleh mereka yang sudah ahli, berpengalaman, dan tahan menghadapi gejolak fluktuasi yang besar.

Risikonya besar. Fluktuasi negatif saham yang porsinya besar akan mengganggu kinerja kelolaan investasi. Atau, sebaliknya.

Strategi Ideal Portofolio Investasi

Menurut kami, kedua strategi tersebut ideal. Asal pelakunya paham bagaimana meletakkan masing-masing strategi di kondisi yang tepat. Detail akan kami ulas di lain waktu.

Keduanya bisa dipakai untuk meraih kenyamanan, hasil, dan fokus untuk menuju performa investasi yang memuaskan dalam jangka panjang.

Kami pernah dan mungkin akan terus melakukan kedua strategi ini, tergantung peluang, kondisi, dan waktu yang ada.


Published: 15 Sep 2022Last updated: 19 Sep 2022