UNVR vs ICBP, Gimana Memilihnya?

Posted on

Salah satu tema diskusi webinar tematis soal alur berpikir investasi (lihat webinar), adalah bagaimana menjawab pertanyaan seperti ini.

Kami tidak mungkin memberi jawaban langsung. Faktanya jawabannya tidak sesederhana itu.

Namun, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu, kalau tidak pakai guidance berpikir investasi yang disiplin, mungkin kita bisa terombang-ambing, pusing sendiri.

Suatu saat jawaban kita mungkin akan benar. Kita mungkin akan nyaman. Pada saat lain dalam kasus serupa, dengan nama dan kondisi lainnya, mungkin kita stres dan pusing.

Maka, menurut kami, kerangka berpikir investasi yang bisa kita ambil sebagai berikut:

1. Jika investasi pasif untuk umum ala index investing, keputusan UNVR di harga berapa pun tidak masalah.

2. Jika keputusannya memakai argumen aktif, keputusan UNVR tidak ideal. Harus dipertimbangkan faktor valuasi relatif atau nilai intrinsik perusahaan dan value apa yang ingin diraih? Unlockingnya apa?

Untuk panduan metode investasi ala index investing, silakan ikuti Panduan Lengkap di YouTube (gratis tanpa rahasia apa pun)

Sempat ada pro kontra dan argumen dari peserta.

Menurut kami, untuk menjawab pertanyaan investasi seperti itu bukan perkara benar atau salah. Menjawab UNVR bisa benar. Menjawab ICBP bisa benar pula. Tergantung situasi, kondisi, judgment, dan strategi investasi masing-masing.

Di satu sisi, memang benar UNVR di harga sekarang (Rp4.900 per 22 Juni 2021) berada dalam the best historical price selama 10 tahun terakhir. Jika kita diskusikan, UNVR masih ada peluang, namun peluang masih turun dalam teorinya juga masih luas.

Atau, sebagai pengembangan diskusi mari kita bahas sebuah saham lain. Saya tidak bisa memberi nama sahamnya.

Ada sebuah saham yang pernah ditradingkan sekitar 45x labanya. Saham ini dalam 20 tahunan bisa memperoleh perolehan 100x lipat (bagger). Menurut saya ini saham dengan kinerja terbaik di IDX. Sementara itu kinerja perusahaannya masih terus proft, produknya oke, penjualannya tumbuh bagus. Saat ini sahamnya ditradingkan dengan harga kisaran 26 kali laba. Bisa dikatakan stagnan di wilayah itu. Dan, saham ini bukan UNVR dan ICBP.

Maka, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan serupa judul ini, tinggal gunakan nalar pikir dan alur berpikir investasi yang sama. Anda akan lebih mudah menjawabnya.


Disclaimer/penyangkalanSemua informasi yang terkandung di sini diperoleh oleh Bolasalju dari sumber-sumber yang dipercaya akurat dan dapat diandalkan. Namun, informasi tersebut disajikan “sebagaimana adanya,” tanpa jaminan apa pun, dan Bolasalju, khususnya, tidak membuat pernyataan atau jaminan, tersurat maupun tersirat, mengenai keakuratan, ketepatan waktu, atau kelengkapan informasi tersebut atau sehubungan dengan hasil yang akan diperoleh dari penggunaannya. Bolasalju memiliki kebijakan ketat yang melarang penggunaan informasi orang dalam. Semua ungkapan pendapat dapat berubah tanpa pemberitahuan, dan Bolasalju tidak berkewajiban memperbarui atau melengkapi laporan ini atau informasi apa pun yang terkandung di sini. Kami berhak mengubah keputusan apa pun, kapan pun, untuk alasan apa pun. Anda harus menganggap bahwa Bolasalju dan tim masuk ke dalam transaksi sekuritas yang dibahas dalam laporannya sebelum dan sesudah waktu yang ditetapkan Bolasalju untuk mengeluarkan laporan. Kinerja masa lampau tidak menjamin kinerja di masa depan. Ide beli, portofolio Bolasalju, dan analisa tidak menjamin harga saham akan naik. Setiap investor bertanggungjawab terhadap hasil dan keputusan investasinya masing-masing. 

Pembaca tunduk pada Disclaimer dan dianggap menyetujui pernyataan ini dan mengikat.

Hak Cipta 2010-2021 Bolasalju (Arif R. Widianto)
Lisensi penggunaan materi ini adalah untuk perorangan atau pribadi pelanggan. Dilarang menyebarkan dokumen ini dalam bentuk apa pun, digital, cetak, presentasi, suara, melalui media apa pun.