Suka Baper Soal Uang

Suka Baper Soal Uang? Pelajari Hal Penting Ini

Posted on

Di era dunia media sosial, pasti kalian suka baper kalau ada influencer yang mulai memberi pandangan mengkhawatirkan seperti ini:

Umur 25 pencapaianmu apa?

Umur 40 harus punya …….

Kalian begini harus begitu …

—Influencer yang suka bikin khawatir

Ya nggak sih?

Pertanyaannya, kenapa konten dari para influencer seperti itu mendadak ramai?

Menurut kami, jawabannya sederhana. Konten-konten tersebut biasanya tidak memberi edukasi atau jawaban, tidak memberi arah, atau memberi solusi. (Ingat, biasanya, bukan berarti semua ya!)

Mereka tuh hanya menyerang sisi kamu yang paling ringkih, yaitu emosimu.

Jiwa tidak mampu.
Rasa tidak tenang.
Pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab.

Pentingnya Menyadari Trade-Off

Padahal, menurut kami, hidup ini adalah soal perkara trade-off. Plus minus.

Anda bekerja di perusahaan multinasional, BUMN/pemerintahan, swasta, LSM, atau usaha sendiri—maka jelas perkara finansialnya berbeda.

Anda tinggal di sekitar Jakarta, di kota kecil, di kota besar—maka lagi-lagi, persoalan finansialnya akan selalu berbeda.

Percayalah, pengeluaran separuh atau 1/5 dari belanja bulanan rutinmu bisa berarti sama, kalau hatimu menerima.

Yang sama dari semua kondisi di atas adalah hati yang menerima.

Sudah jelas semua ada plus-minusnya. Semuanya soal trade-off. Terima, damai, ikhlas. Hiduplah lebih bahagia.

“Hukum” atau “Nature” soal Investasi atau Keuangan

Dalam investasi atau keuangan berlaku “hukum” atau “nature” yang sama. Sunnatullah.

Orang tidak belajar bisa sial. Orang yang ngawur dalam keputusan keuangan tentu bisa untung, tapi probabilitasnya ruginya pasti lebih besar.

Orang yang sibuk harus menerima strategi investasi sederhana bagi dirinya, daripada ia memaksakan diri, ngawur, atau spekulasi saja, yang jelas akan mengundang probabilitas sial lebih besar.

Mereka yang punya modal atau priviledge perputaran kas (cashflow) besar, tentu akan punya potensi compounding lebih besar, kalau ia berhasil mengelola asetnya dengan baik.

Mereka yang tekun belajar ilmu investasi yang baik bisa meningkatkan asetnya lebih pintar. Tapi jelas perlu waktu dan sumberdaya.

Kesimpulan

Maka, ya begitulah. Semua ada trade-off-nya. Ada plus-minusnya. Terimalah.


Credit: Photo by Engin Akyurt from Pexels