Seni mengelola uang

Seni Mengelola Uang

Posted on

Saya baru memulai baca buku Psychology of Money. Buku ini ditulis oleh Morgan Housel. Sebuah buku populer yang fokus membahas psikologi tentang uang.

Dibuka dengan kisah Ronald Read, seorang warga AS yang selama hidupnya adalah karyawan biasa. Selama 25 tahun dia bekerja di pom bensin. Kemudian 17 tahun berikutnya bekerja sebagai staf biasa di JC. Penny, seperti Ramayana di sini lah.

Kenapa kisah Ronald menarik? Saat meninggal di usia 92 tahun, Ronald ternyata meninggalkan warisan senilai 8 juta dolar. Harta itu datang dari kepemilikan 95 saham miliknya yang dibeli dari menyisihkan sedikit demi sedikit hasil kerjanya selama ia bekerja. Sebagian besar hartanya oleh Ronald diwariskan sebagai donasi ke perpustakaan dan rumah sakit.

Morgan Housel kemudian menyandingkan kisah Ronald dengan karakter lain. Seorang lulusan universitas terkemuka, masuk daftar 40 under 40 di majalah terkemuka. Pendiri perusahaan terkemuka. Dikenal hidup makmur dan mewah, orang ini menyatakan bangkrut saat ia tidak mampu membayar utangnya. Ia tak punya sepeser pun.

Morgan menulis bahwa bersikap soal uang bukan semata teori, kalkulasi, rumus, atau panduan. Sikap kita terhadap uang juga tidak selalu terkait dengan kepintaran, sekolah, dan latar belakang. Kadang sikap kita terhadap uang bisa berbeda dengan apa yang kita pikirkan.

Inilah yang disebut dia sebagai psikologi uang.

Bolasalju memuat kisah Ronald Read 5 tahun sebelum buku Morgan Housel terbit. Kisah orang sederhana yang bisa mengelola uang secara bijak ternyata bisa hidup cukup dan bahkan beramal yang berlimpah banyaknya.


Photo credit: Unsplash