Hati-hati

Sekali Lagi, Hati-Hati

Posted on

Sebelum mempelajari, terlibat, menaruh harta, dan berharap keuntungan dari apa saja, unsur kehati-hatian HARUS menjadi perhatian utama.

Ada analogi penting “safety before profit”, keselamatan sebelum keuntungan. Pasti banyak yang sepakat dengan analogi ini.

Namun menyetujui analogi yang baik belum tentu bisa dijalankan secara mudah. Kita ini manusia. Gampang tergoda. Godaan terbaik adalah melihat hal-hal yang bisa menguntungkan cepat. Apa pun itu.

“Itu ada yang untung 20% di saham ini!”
“Ada YouTuber cerita untung ribuan persen di saham itu!”
“Robot trading ini untung 1% setiap hari!”
“Bitcoin ini bisa naik 10%-20% mudah!”

Tanpa menyebut namanya: saham, forex, binary-opsi, kripto, jati belanda, daun berlobang, hingga banyak hal—umumnya yang disebut duluan adalah profitnya.

Saya sering mendapat pertanyaan seperti itu. Ratusan kali. Secara privat dan dalam forum. Atas pertanyaan-pertanyaan seperti itu, jawaban saya selalu sama, hati-hati. Tentu saja mereka kecewa.

Berapa banyak mereka yang cerita untung, cuan, dan profit terus itu juga cerita berapa kebuntungan mereka? Nggak ada.

Ngapain sih seakan-akan harus buru-buru dapat uang?

Jalan terbaik, aman, dan jika berkenan menyetujuinya—barokah—adalah jalan kehati-hatian yang lambat. Pasti untung, baik secara angka dan batin.

Hati-hati, itu aja.