Dua Cara Investor Untung dari Saham

Dua Cara Investor Untung

Dari dua cara itulah teori valuasi berasal.

Investor mengeluarkan uang sekarang. Investor akan dibayar di masa depan lewat dua cara:

  • Pendapatan dividen selama modalnya ditanam
  • Pendapatan “nilai” yang dipanen dari keuntungan modal (perubahan harga saham), saat dijual di akhir periode. Jika investor tetap menahan sahamnya karena bisnisnya dianggap masih bagus, itu urusan lain.

Anda tahu yield dividennya. Anda tahu proyeksi growthnya. Dari dua angka inilah akan kita bawa ke tahap valuasi berikutnya.

Analogi Sederhana Valuasi

Asumsi dividen dan laba tumbuh stabil:

  1. Harga saham stabil di PER 12x (teori: saham mengikuti tingkat pertumbuhan kinerja)
  2. Pertumbuhan laba 8% YoY
  3. Yield dividen stabil 1%

Analogi valuasi:

A) Proyeksi dividen ke depan selama 5 tahun B) Proyeksi laba 5 tahun ke depan C) Nilai masa kini: A + ( 12[PER] x B )

Lihat tabel ilustrasi di slide berikutnya agar lebih paham.

Ilustrasi Teori Valuasi

Ilustrasi Teori Valuasi

*Tingkat bunga bebas risiko (#instavesting 24)

  • Proyeksi nilai 5 tahun: 135 + 5,85 = 140,85
  • Nilai sekarang: 140,85 ÷ ( 1+5%*)^5 = 110,35

Ilustrasi di atas salah satu model valuasi yang sederhana.

Tujuan dan Peringatan

Apakah ekspektasi keuntungan 10,35% (modal dari 100 menjadi 110,35) cukup layak? Bagi investor konservatif, peluang ini masih kurang. Jika dia berharap ekspektasi keuntungan minimal 30%, maka harga sahamnya harus di bawah 84,61.

Namun, valuasi itu hanya kalkulasi. Bikinnya mudah, jika tahu rumusnya. Tapi dari mana kita yakin dan mantap dengan angka tersebut? Keyakinan utamanya datang dari pemahaman bisnis, tahu kekuatan mesin ekonomi perusahaan, dan mengetahui manajemen. Tanpa itu semua, valuasi hanyalah angka yang bisa dimanipulasi oleh diri kita sendiri atau orang lain.


Published: 8 Aug 2022Last updated: 3 Sep 2022